Aplikasi server yang bertanggung jawab dalam proses penerjemahan hostname menjadi ip address adalah
A. Firewall
B. Server DNS
C. FQDN
D. BIND
E. Cache only name server
ANSWER:B
Apa kepanjangan dari WWW
A. Wide World Web
B. World Wide Web
C. Web Web Web
D. Web Wide World
E. Semua Benar
ANSWER:B
Protokol TCP/IP berhubungan dengan pengguna aplikasi yang berguna untuk terminal maya jarak jauh
A. HTTP
B. FTP
C. SMTP
D. TELNET
E. UDP
ANSWER:D
UDP (User Datagram Protocol) adalah protocol sejenis dengan TCP yang
A. connectionless
B. authorities
C. Oriented
D. connectionpass
E. Dynamic Host
ANSWER:A
ID jaringan tidak dapat berupa angka 127 karena nomor ini berfungsi sebagai
A. router
B. loopback
C. gateway
D. network
E. default
ANSWER:B
Alamat IP untuk kelas B memiliki struktur sebagai berikut
A. dimulai dari no 127 dengan subnet mask 255.0.0.0
B. dimulai dari no 128 dengan subnet mask 255.0.0.0
C. dimulai dari no 127 dengan subnet mask 255.255.0.0
D. dimulai dari no 128 dengan subnet mask 255.255.0.0
E. dimulai dari no 126 dengan subnet mask 255.255.0.0
ANSWER:D
Diketahui IP komputer Mr. Yusuf 191.1.67.5, berapa NetID dan HostID komputer tersebut
A. Net ID 1.67.5, host ID 191
B. Net ID 191.1, host ID 67.5
C. Net ID 191.1.67, host ID 5
D. Net ID 191, host ID 1.67.5
E. Net ID 67.5, host ID 191.1
ANSWER:B
Diketahui IP komputer Mr. Yusuf 191.1.67.5 berapakah Broadcast address IP tersebut
A. 191.0.0.0
B. 191.1.0.0
C. 191.255.255.255
D. 191.1.255.255
E. 255.255.0.0
ANSWER:D
Diketahui IP komputer Mr. Yusuf 191.1.67.5 berapakah Network address address IP tersebut
A. 191.0.0.0
B. 191.1.0.0
C. c.191.255.255.255
D. 191.1.255.255
E. 255.255.0.0
ANSWER:B
Yang termasuk sitem operasi adalah
A. Linux
B. Windows
C. DOS
D. Mac OS
E. Semua jawaban benar
ANSWER:E
Perangkat perantara antara komputer dengan saluran telepon agar dapat berhubungan dengan ISP, adalah
A. Hub
B. Switch
C. NIC
D. Modem
E. Router
ANSWER:D
Yang tidak termasuk standar keamanan jaringan nirkabel adalah
A. WEP
B. WPA
C. 802.1x
D. SIP
E. MAC Addess Filter
ANSWER:D
Berapa nilai desimal dari binner ini 1011101
A. 75
B. 93
C. 85
D. 95
E. 96
ANSWER:B
Kondisi komputer yang jaringannya tidak bekerja secara optimal disebut
A. Down
B. Short
C. Longgar
D. Open
E. Resistor
ANSWER:A
Berfungsi untuk membedakan network ID dengan host ID
A. Host ID
B. Network ID
C. Subnet Mask
D. Broadcast Address
E. Network Address
ANSWER:D
Apabila suatu paket data bertabrakan dalam pengiriman data dinamakan
A. drop
B. collision
C. hop
D. tree way handshake
E. short
ANSWER:B
Keunggulan kabel UTP, kecuali
A. Kecepatan transfer data 10-100 MBPS
B. Biaya per node relative lebih murah
C. Bila ada kesalahan, mudah dibetulkanya
D. Mudah ditemukan di pasaran
E. Relatif tahan lama
ANSWER:A
Lapisan ini mengatur hubungan antara pengirim dan penerima sedemikian rupa sehingga keduanya saling mengenal dan berhubungan
A. Aplikasi
B. Session
C. Transport
D. Network
E. Datalink
ANSWER:B
Lapisan ini mengatur bagaimana data atau informasi itu dibawa ke tempat tujuan termasuk juga menjaga kualitas dari service pengiriman data tersebut
A. Aplikasi
B. Session
C. Transport
D. Network
E. Datalink
ANSWER:C
Lapisan yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi antara pemakai, perangkat lunak aplikasi atau peralatan suatu sistem komputer
A. Aplikasi
B. Session
C. Transport
D. Network
E. Datalink
ANSWER:A
Perangkat yang perlu ditambahkan jika tegangan listrik sering naik turun adalah
A. Generator
B. UPS
C. Accu
D. Battey
E. AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR)
ANSWER:E
Keamanan komputer(computer security) melingkupi empat aspek, yaitu : privacy,authentication,dan availability, Berikut ini aspek yang menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi, adalah aspek
A. Privacy/Confidentiality
B. Authentication
C. Availability
D. Integrity
E. Security
ANSWER:A
Panjang maksimal kabel standar fast Ethernet 100BaseTx adalah
A. 10 m
B. 50 m
C. 100 m
D. 500 m
E. 1000 m
ANSWER:C
Network mask berapa yang anda gunakan dari kelas C untuk membuat 2 jaringan dengan 35 hosts di setiap jaringan
A. 255.255.255.192
B. 255.255.255.224
C. 255.255.255.240
D. 255.255.255.248
E. 255.255.255.128
ANSWER:A
Peralatan apa yang digunakan untuk menghubungkan ke jaringan internet adalah
A. Modem
B. LAN Card
C. Switch
D. Router
E. Hub
ANSWER:A
Topologi apakah yang pada umumnya digunakan oleh kabel coaxial
A. Linier / Bus
B. Star
C. Ring
D. Mesh
E. Hirarki
ANSWER:A
Pada sebuah PC yang mempunyai VGA Card Onboard dapat diaktifkan maupun di non aktifkan melalui
A. BIOS
B. Software Aplikasi
C. Sistem Operasi
D. Saklar Mekanik
E. Power Supply
ANSWER:A
Pada waktu komputer dinyalakan muncul bunyi beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek maka terdapat masalah pada pemasangan komponen
A. RAM
B. VGA Card
C. Prosesor
D. Motherboard
E. Power Suplly
ANSWER:B
Dalam log sheet perawatan dan perbaikan komputer yang perlu dilaporkan meliputi, kecuali
A. Tanggal dan waktu kapan dilakukan maintenance
B. Nama periferal dan spesifikasi
C. Gejala kerusakan
D. Tindakan korektif yang dilakukan untuk melakukan perbaikan terhadap periferal.
E. Toko di mana periferal di beli
ANSWER:E
Lihat gambar di atas, pada Device Manager muncul tanda seperti di atas, hal ini menunjukkan
A. Driver komponen komputer berhasil di install
B. Driver komponen komputer belum di install
C. Driver komponen komputer tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan
D. Komponen komputer di non aktifkan
E. Komponen komputer Plug and Play
ANSWER:B
Jika terjadi muncul peringatan pada monitor printer “paper jam”, disebabkan karena
A. Kertas pada printer habis
B. Roller printer aus
C. Tinta arsober pada printer penuh
D. Kertas masuk tidak simetris
E. Tinta pada inktank habis
ANSWER:D
DirectX merupakan tool bawaan windows yang digunakan untuk mendiagnosa semua hardware yang berhubungan dengan
A. prosesor
B. RAM
C. keyboard, mouse, printer
D. grafis, network dan multimedia
E. power supply
ANSWER:D
Sabtu, 25 November 2017
Kamis, 26 Oktober 2017
EDIT FOTO TEKNIK MOZAIK
Foto Mozaik adalah sebuah foto, biasanya foto potret, yang tersusun dari banyak foto. Banyak aplikasi gratis yang bisa kita gunakan untuk membuat efek foto mozaik secara instan dan mudah. Salah satunya aplikasi AndreaMosaic. Berikut ini tutorial cara membuat foto mozaik dengan Photoshop. Kelebihan menggunakan Photoshop atau GIMP adalah kita lebih fleksibel dalam mengatur foto dan ukuran pattern mosaic. Foto-foto yang digunakan dalam tutorial Photoshop ini diambil dari situs Pixabay, Stockvault, rgbstock, dan Microsoft Office Images. Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut:
1. Siapkan Banyak Foto Untuk Pattern Mozaik.
Silahkan anda siapkan atau download foto-foto untuk digunakan sebagai pattern mozaik, setidaknya 10 foto berbeda. Anda bisa mendownload foto dari pixabay, stockvault atau rgbstock.
2. Buat Dokumen Baru Untuk Pattern.
Buka Photoshop kemudian buat dokumen baru dengan memilih menu File>New. Saya akan membuat dokumen dengan width 1500 dan height 1500 pixels untuk diisi dengan foto 8x8.

3. Buat Guide Vertikal.
Untuk mempermudah menempatkan foto pada pattern kita akan membuat guide dengan cara memilih menu View>New Guide. Pilih radio button Vertical dan isikan Position 12,5%. Klik tombol OK. Akan terlihat garis guide secara vertikal.

Ulangi langkah ini dengan memilih menu View>New Guide sampai terbentuk 7 buah guide vertikal. Untuk Position anda isikan setelah 12,5% yaitu, 25%, 37,5%, 50%, 62,5%, 75% dan terakhir 87,5%. Setelah selesai akan tampak seperti gambar berikut:

4. Buat Guide Horizontal.
Pilih menu View>New Guide. Klik radio button Horizontal dan isikan Position mulai 12,5%, 25%, 37,5%, 50%, 62,5%, 75% dan terakhir 87,5%. Setelah selesai akan tampak seperti gambar berikut:

5. Masukkan Foto Pertama.
Pilih menu File>Place, browse lokasi foto anda, klik foto kemudian klik tombol Place. Akan terbentuk smart object untuk foto tersebut. Sambil menekan tombol keyboard Shift, atur posisi foto tersebut pada kotak guide pertama. Tekan tombol enter setelah selesai mengatur foto.

Buat seleksi pada kotak pertama menggunakan Rectangular Marquee Tool kemudian tekan Ctrl+J. Akan terbentuk sebuah layer baru. Kemudian hapus smart object foto.



6. Ulangi Langkah ke-5 Sampai Seluruh Kotak Guide Terisi Foto.
Ulangi langkah langkah ke-5 sampai seluruh kotak guide terisi oleh foto. Hasilnya akan seperti gambar berikut:
Gambar: Kanvas telah terisi foto mozaik.
7. Define Pattern Mozaik.
Langkah selanjutnya, pilih Edit>Define Pattern. Pada kolom Name isikan Mozaik. Klik tombol OK. Sekarang anda bisa menyimpan dan menutup dokumen Pattern.PSD anda.

8. Buka Foto Yang Ingin Anda Buat Efek Mozaik.
Pilih menu File>Open untuk membuka foto anda, kemudian buat layer baru dengan mengklik tombol Create a new layer di bagian bawah layer panel. Sebaiknya pilih foto berukuran besar agar efek foto mozaik terbentuk dari foto-foto yang kecil. Semakin besar ukuran foto, akan semakin kecil foto-foto mozaik yang menyusunnya.

9. Fill Dengan Pattern Mozaik.
Klik Layer 1 untuk memastikannya sebagai layer aktif kemudian pilih menu Edit>Fill. Pada menu drop down Use, pilih Pattern. Pada Custom Pattern, pilih pattern mozaik yang sebelumnya telah kita buat. Klik tombol OK.

10. Desaturate, Ubah Blend Mode Dan Atur Opacity.
Desaturate Layer 1 dengan memilih menu Image>Adjustments>Desaturate. Ubah blend mode ke Overlay dan atur opacitynya jika diperlukan. Sampai disini telah selesai efek foto mozaik anda. Selamat mencoba.

Gambar: Atur blend mode dan opacity.

cara seting BIOS
Sebelum anda instal windows terlebih dulu mengatur BIOS (Basic Input Output System) adapun cara pengaturan BIOS telah saya buat sedemikian rupa dibawah ini disertai gambar supaya anda dapat memahaminya dan untuk segala kekurangannya sebelumnya saya memohon maaf apabila tidak sesuai yang anda harapkan. Silahkan ikuti langkah-langkah setting BIOS berikut ini:
LANGKAH 1
Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer Anda. PC akan segera melakukan proses booting
Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer Anda. PC akan segera melakukan proses booting
LANGKAH 2
Untuk Masuk ke BIOS segera menekan tombol [Delete] pada keyboard untuk masuk ke menu BIOS/CMOS Setup Pada PC anda, atau sesuaikan dengan merk Komputer/Laptop berikut ini:
a. Merk AMI/Award: [Delete] selama boot
b. Merk Toshiba: [Esc] selama boot
c. Merk Toshiba, Phoenix, Model terakhir PS/1 Value Point & 330: [F1] selama boot
d. Merk Compaq: [F10] Ketika kursor berkedip langsung tekan F10
e. Merk Compaq: [F10] ketika tampilan logo muncul
f. Merk NEC: [F2] selama boot
g. Merk Emachine: [Tab] selama boot
h. Merk Dells: tekan tombol reset dua kali
i. Merk Komputer lain yang kurang dikenal: [Ctrl]+[Alt] Dell: [Ctrl]+[Alt]+[Enter]
j. Merk AST Advantage, Award, Tandon: [Ctrl]+[Alt]+[Esc]
k. Merk Zenith, Phoenix: [Ctrl]+[Alt]+[Ins]
l. Merk Phoenix: [Ctrl]+[Alt]+[S]
m. Merk Olivetti PC Pro: [Ctrl]+[Alt]+[Shift]+ Num Pad [Del]
n. Merk Phoenix: [Ctrl]+[S]
o. Merk Tandon 386: [Ctrl]+[Shift]+[Esc]
p. Merk Hewlett-Packard: [F2]
q. Merk Gateway systems menggunakan BIOS Phoenix: [F1]
r. Merk Sony Vaio seri 320: [F2] selama boot
s. Merk IBM thinkpad: [F1]
Untuk Masuk ke BIOS segera menekan tombol [Delete] pada keyboard untuk masuk ke menu BIOS/CMOS Setup Pada PC anda, atau sesuaikan dengan merk Komputer/Laptop berikut ini:
a. Merk AMI/Award: [Delete] selama boot
b. Merk Toshiba: [Esc] selama boot
c. Merk Toshiba, Phoenix, Model terakhir PS/1 Value Point & 330: [F1] selama boot
d. Merk Compaq: [F10] Ketika kursor berkedip langsung tekan F10
e. Merk Compaq: [F10] ketika tampilan logo muncul
f. Merk NEC: [F2] selama boot
g. Merk Emachine: [Tab] selama boot
h. Merk Dells: tekan tombol reset dua kali
i. Merk Komputer lain yang kurang dikenal: [Ctrl]+[Alt] Dell: [Ctrl]+[Alt]+[Enter]
j. Merk AST Advantage, Award, Tandon: [Ctrl]+[Alt]+[Esc]
k. Merk Zenith, Phoenix: [Ctrl]+[Alt]+[Ins]
l. Merk Phoenix: [Ctrl]+[Alt]+[S]
m. Merk Olivetti PC Pro: [Ctrl]+[Alt]+[Shift]+ Num Pad [Del]
n. Merk Phoenix: [Ctrl]+[S]
o. Merk Tandon 386: [Ctrl]+[Shift]+[Esc]
p. Merk Hewlett-Packard: [F2]
q. Merk Gateway systems menggunakan BIOS Phoenix: [F1]
r. Merk Sony Vaio seri 320: [F2] selama boot
s. Merk IBM thinkpad: [F1]
LANGKAH 3
Anda akan masuk BIOS. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah men-setting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu [Main],[System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada keyboard Anda
Anda akan masuk BIOS. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah men-setting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu [Main],[System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada keyboard Anda
LANGKAH 4
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer Anda melalui menu [System Date].
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer Anda melalui menu [System Date].
LANGKAH 5
Setelah men-setting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, Anda juga dapat memasang
password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+] pada keyboard. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali klik [Enter]. Sekarang status opsi SupervisorPass word sudah menjadi Enabled.
Setelah men-setting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, Anda juga dapat memasang
password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+] pada keyboard. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali klik [Enter]. Sekarang status opsi SupervisorPass word sudah menjadi Enabled.
LANGKAH 6
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa men-setting user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara pengaturannya sama saja dengan pengaturan pada supervisor password.
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa men-setting user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara pengaturannya sama saja dengan pengaturan pada supervisor password.
LANGKAH 7
Sekarang bukalah menu [Advanced] dengan menekan tombol [‡] (arah panah ke kanan) pada keyboard Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter]
Sekarang bukalah menu [Advanced] dengan menekan tombol [‡] (arah panah ke kanan) pada keyboard Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter]
LANGKAH 8
Di sini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [On-board AC97 Audio Controller] dan [On-board AC97 Modem Controller] menjadi [Disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
Di sini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [On-board AC97 Audio Controller] dan [On-board AC97 Modem Controller] menjadi [Disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
LANGKAH 9
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda berfungsi set opsi [USB Function] menjadi [Enabled]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali ke menu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc]
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda berfungsi set opsi [USB Function] menjadi [Enabled]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali ke menu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc]
LANGKAH 10
Selanjutnya buka menu [Boot].
Selanjutnya buka menu [Boot].
untuk memudahkan penginstalan sistem operasi yang akan dilakukan setelah ini, ubah pengaturan boot dari PC. Kemudian set CDROM sebagai boot device pertama, atau jika anda ingin melakukan penginstalan dari Flash Disk ganti CDROM dengan nama flash disk.
Kemudian Hard Disk sebagai Boot Device ke-2 dan Floopy Boot Device ke-3 (Disable jika anda tidak memilihnya), dengan menggunakan tombol [+] atau [-]. Gunanya, agar setiap kali booting, komputer mencari adanya sistem operasi di CD-ROM dulu, baru kemudian hard disk, dan floopy.
LANGKAH 11
Masukkan CD instalasi Windows XP ke CD-ROM drive. Setelah itu, pilih menu [Exit], [Exit Saving Changes] untuk keluar dari BIOS dan menyimpan pengaturan yang Anda buat tadi. Selanjutnya komputer akan restart. Dan jika Anda tadi mengaktifkan user password, maka akan muncul kotak password. Isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan proses booting.
Senin, 25 September 2017
KISI KISI SOAL MID MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan server!
2. Sebutkan system operasi yang tepat untuk jaringan, jelaskan
alasanya!
3. Jelaskan keistimewaan system operasi windows!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan WEB server!
5. Apa yang dimaksud dengan ip address dan jelaskan kenapa computer yang saling terhubung
membutuhkan ip address!
6. Jelaskan keistimewaan system operasi linux!
7. Jelaskan apa yang dimaksud PC server!
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan mail server!
9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan proxy server!
10. Jelaskan
apa yang dimaksud dengan DNS server!
11. Apa itu Branded server?
12. Apa itu Cluster server?
13. Apa itu Mainframe server?
14. Apa kepanjangan IP pada istilah IP address?
15. Protocol yang memberikan pelayanan untuk mengirimkan dan meneruskan e-mailantar –server e-mail adalah ....
KISI KISI SOAL MID SISTEM KEAMANAN JARINGAN
1. Mengapa keamanan komputer pada jaringan sangat diperlukan?
2. Sebutkan dan jelaskan 4 teknik
pengamanan yang bisa diterapkan pada jaringan nirkabel!
3.
Sebutkan dan jelaskan tiga contoh
serangan pada keamanan jaringan yang bersifat fisik!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan WDS!
5. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan mode bridge pada AP!
6. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan mode repeater pada AP !
7. Jelaskan Apa yang menjadi perbedaan antara
AP yang menggunakan mode repeater dan mode
bridge!
8.
Apa tujuan hacker pada
keamanan jaringan kita?
9.
Tuliskan langkah
langkah menyembunyikan repeater!
10.
Tuliskan langkah
membuat mode bridge pada ap!
11.Apakah yang dimaksud dengan Target Kesempatan dan Pilihan itu
12. Apakah Tujuan Footprinting ?
13. Jelaskan secara singkat mengapa menutupi jejak merupakan hal penting bagi penyerang (attacker) ?
14. Informasi DNS yang dikumpulkan WHOIS digunakan untuk jenis reconnaissance apa ?
15. Sebutkan 3 hal yang harus anda ingat saat menulis atau meninjau kebijakan keamanan !
Minggu, 24 September 2017
SISTEM KEAMANAN JARINGAN (Merencanakan Sistem Distribusi Nirkabel (Wireless Distribution System))
Distribution System (WDS)
TUJUAN
2.
Melalui
praktikum peserta dapat mengkonfigurasi
AP pada mode bridge.
3.
Melalui
praktikum peserta dapat mengkonfigurasi AP pada mode repeater.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Mengidentifikasi
teknik konfigurasi access point
dengan mode Wireless Distribution System
(WDS).
2.
Mengkonfigurasi
AP pada mode bridge.
3.
Mengkonfigurasi
AP pada mode repeater.
C. Uraian Materi
Wireless Distribution System (WDS) adalah sebuah sistem untuk memperluas
jangkauan jaringan nirkabel dengan menggunakan dua atau lebih Access point.Dengan teknik WDS ini,
penggunaan kabel sebagai backbone
jaringan tidak dibutuhkan, sehingga lebih mudah, murah, dan efisien untuk
instalasinya.Access point tersebut
bisa berupa main, relay, atau remote base station. Gambar 2.1 berikut ini merupakan skema dari
penerapan WDS:
1. Syarat-syarat
Jaringan WDS
Untuk membangun jaringan nirkabel WDS ini, maka harus memenuh syarat –
syarat sebagai berikut :
·
Access point utama maupun Access pointRepeater harus mendukung fitur WDS
·
Masing-masing
IP Address Access point tidak boleh sama.
·
Sebagian
besar Authentication access point
yang didukung dalam WDS adalah WEP 64/128 bit.
·
Semua Access point yang terlibat dalam 1
koneksi harus menggunakan Metode enkripsi atau autentifikasi yang sama.
·
Channel
Radio yang digunakan harus sama. Misalnya Channel 10.
·
Layanan
DHCP Server pada Access pointRepeater
harus dinonaktifkan, karena DHCP akan diambil alih Access point utama yang sebagai default gateway.
·
Ada
kemungkinan WDS tidak berfungsi jika Access
point utama danAccess pointRepeater
berbeda merek.
2. Penerapan
WDS
Untuk penerapan WDS menggunakan Access
point dapat dilakukan dengan pada berbagai pilihan mode konektifitas wireless yaitu :
1.
Wireless bridge, dimana Access
point WDS hanya berkomunikasi satu sama lain (sesama Access point dan tidak mengizinkan station (STA) untuk
mengaksesnya. Terdapat 2 teknik mode Wireless bridge yaitu: Point to Point Wireless bridge dan Point to MultiPoint Wireless bridge. Berikut ini adalah gambar yang
menunjukkan perbedaan dari kedua teknik wireless
bridge tersebut:
a.
Pointto Point Wireless bridge
Mode ini
hanya mendukung satu titik access point
nirkabel, artinya komunikasi tersebut hanya terjadi antara dua unit Access point sebagai bridge (jembatan). Acces Point atau broadband
APakan bertindak hanya sebagai jembatan nirkabel dan tidak akan menerima klien
nirkabel lainnya. Sehingga apabila terdapat klien notebook yang memiliki fungsi
nirkabel dan ingin bergabung dengan AP nirkabel tersebut, maka klien tersebut
tidak akan bisa terhubung kecuali bila terkoneksi langsung ke AP dengan
menggunakan kabel ethernet.
b.
PointtoMultipoint Wireless bridge
Pada wireless mode Bridge Point to Multi Point
AP 1, AP 2, dan AP 3 dapat terhubung satu sama lain. Pada mode ini, AP 1
bertindak sebagai setral dari ketiga AP tersebut. Berikut ini adlah gambaran
dari konfigurasi AP pada mode wirelss
bridge Point to MultiPoint:
2.
Wirelessrepeater, dimana Access
point– Access point saling
berkomunikasi satu sama lain dan mengizinkan station (STA) untuk mengakses
mereka. Seting wireless dengan mode
ini dapat digunakan untuk memperluas menguatkan sinyal. Gambar berikut ini
adalah penerapan dari wireless repeater:
D. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas pembelajaran ini berupa berbagai bentuk kegiatan belajar yang
harus dilakukan oleh peserta diklat untuk memantapkan dalam pengetahuan dan
keterampilan serta nilai maupun sikap yang terkait dengan uraian materi yang
sudah dijelaskan di atas, kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Konfigurasi
AP pada mode Wireless Bridge Point to
Point
Berikut ini adalah
gambaran dari konfigurasi AP mode Wireless
Bridge Point to Point
Berikut ini
adalah tahap mengkonfigurasi AP mode wireless
repeater:
1.
Hubungkan Access point dengan PC seperti pada gambar berikut.
2.
Setelah terhubung, setting IP address pada PC dengan IP
antara 192.168.1.1 – 192.168.1.253 (karena IP address default untuk Access
pointyang digunakan pada
praktek ini adalah 192.168.1.254,
alamat ini tentu dapat berbeda sesuai dengan tipe atau merk dari Access point).
3. Buka browser
pada PC dan masukkan IP address access
point yaitu 192.168.1.254.
4. Masukkan username dan password dengan “admin” ( nama user ini dpat berbeda sesuai dengan tipe atau merk dari Access point).
5. Setelah masuk
pilih “Operation Mode” kemudian pilih
“AP Mode” kemudian simpankonfigurasi
dengan klik Save.
6. Setelah itu
pilih Tab “Network” ganti IP address dengan IP yang sudah ditentukan.
Contoh untuk AP 1 dengan IP address
192.168.1.10 dan pada AP 2 dengan IP address 192.168.1.11 dengan subnet mask
yang sama. Simpan konfigurasi dengan klik Save. Penggantian IP address perlu di lakukan untuk menjaga keamanan akses terhadap
jaringan nirkabel, terutama perangkat AP yang digunakan.
7.
Pilih tab “Wireless” kemudian “Basic Settings” ganti SSID dengan SSID
yang sudah ditentukan misal SSID untuk AP 1 adalah TPLINK 1 dan SSID untuk AP 2
adalah TPLINK 2, Untuk channel pastikan
AP 1 dan AP 2 memiliki channel yang sama agar dapat terhubung. Simpan konfigurasi
dengan klik Save.
8.
Pilih tab “Wireless” kemudan “Wireless Mode Settings”, pilih Bridge
(Point to Point) pada AP 1 masukkan
MAC address dari AP 2 dan pada AP 2
masukkan AP 1 simpan konfigurasi dengan klik Save.
9.
Setelah selesai coba lakukan tes koneksi dengan menggunakan perintah ‘ping’ dari PC di LAN segment 1 ke LAN segment 2. Jika terhubung, maka konfigurasi Wireless Bridge Point to Point telah berhasil.
2.
Konfigurasi
Wireless Bridge (Point to Multi Point)
Gambar 2.7.
Praktek konfigurasi AP pada mode wireless
bridge Pont to Multipoint
Pada wireless mode Bridge Point to Multi Point
AP 1, AP 2, dan AP 3 dapat terhubung satu sama lain. Pada mode Bridge Point to Multi Point yang kita
lakukan ini AP 1 akan bertindak sebagai setral dari ketiga AP. Untuk membuatnya
lakukan konfigurasi seperti berikut :
1.
Hubungkan hubungkan Access
point dengan PC / Laptop seperti pada gambar berikut.
2.
Setelah terhubung, setting IP address pada PC dengan IP antara 192.168.1.1 – 192.168.1.253.
3.
Buka browser pada PC dan masukkan IP addressaccess point yaitu 192.168.1.254.
4.
Masukkan username
dan password dengan “admin”.
5.
Setelah masuk pilih “Operation
Mode” kemudian pilih “AP Mode” simpan konfigurasi dengan klik Save.
6.
Setelah itu pilih Tab “Network” ganti IP address
dengan IP yang sudah ditentukan. Contoh untuk AP 1 dengan IP address
192.168.1.10 dan pada AP 2 dengan IP address
192.168.1.11 dengan subnet mask yang
sama. Simpan konfigurasi dengan klik Save
7.
Pilih tab “Wireless”
kemudian “Basic Settings” ganti SSID
dengan SSID yang sudah ditentukan misal SSID untuk AP 1 adalah TPLINK 1 dan
SSID untuk AP 2 adalah TPLINK 2, Untuk channel pastikan AP 1 dan AP 2 memiliki channel yang sama agar
dapat terhubung. Simpan konfigurasi dengan klik Save
8.
Pilih tab “Wireless”
kemudan “Wireless Mode Settings”,
pilih Bridge (Point to Multi Point)
pada AP 1 masukkan MAC address dari
AP 2 dan AP 3. Save konfigurasi yang sudah dilakukan.
9.
Pada AP 2 pilih mode Bridge
(Point to Point) kemudian masukkan
MAC address dari AP 1 kemudian save konfigurasi yang sudah dilakukan.
10.
Pada AP 3 pilih mode Bridge
(Point to Point) kemudian masukkan
MAC address AP 1 kemudian save konfigurasi yang sudah dilakukan.
11.
Setelah selesai coba lakukan Ping dari PC di LAN segment
1 ke LAN segment 2 dan LAN segment 3. Jika berhasil maka konfigurasi Wireless Bridge Point to Point telah
sukses.
3.
Konfigurasi
access point sebagai Repeater
Berikut ini adalah
langkah – langkah konfigurasi access
point sebagai Repeater.
Skenario perancangan jaringan yang akan dibuat
adalah sebagai berikut :
Gambar
2.8. Praktek konfigurasi AP pada mode wireless
repeater
Informasi utama AP (contoh):
- LAN
IP: 192.168.0.1
- SSID
(nama jaringan nirkabel): TL-WR841ND
- Nirkabel
keamanan Mode: WPA-PSK
- Enkripsi
Type: AES
- Passphrase:
12345678
Langkah – langkah
sebagai persiapan untuk konfigurasi AP
adalah sebagai berikut :
·
Pastikan
AP utama dapat terkoneksi ke internet.
·
Karena
modus default TL-WR700N/TL-WR702N AP, fungsi DHCP pada perangkat – perangkat wireless dinonaktifkan secara default.
·
Seting
alamat IP sebagai 192.168.0.156ke
komputer untuk mencocokkan alamat IP default (192.168.0.254) dari Repeater.
·
Sambungkan
komputer ke access pointdengan kabel
Ethernet.
Step1 mengubah modus bekerja untuk Repeater.
1. Menetapkan IP statis sebagai 192.168.0.156
untuk komputer.
2. Buka browser dan
ketik alamat IP akses titik (Default
adalah 192.168.0.254 untuk jenis yang digunakan pada kegiatan praktek ini) ke
address bar dan tekan Enter.
3. Ketik username dan password ke dalam kotak halaman login,
default nama pengguna dan sandi yang
kedua admin, kemudian tekan Enter.
4. Pada halaman
manajemen, klik Bekerja Mode dan pilih Repeatermode. Kemudian Simpan. Klik OK untuk reboot.
Setelah reboot, halaman akan kembali. Jika
tidak, silakan refresh halaman atau masukkan http://192.168.0.254 pada browser.
Tahap berikutnya adalah mengkonfigurasi pada Repeater (AP 11n TP-LINK) dengan langkah – langkah sebagai berikut
:
1.
Pada
halaman manajemen, klik jaringan. Pastikan alamat IP Repeater adalah dalam segmen IP yang sama dengan AP utama
dan menghindari konflik IP. Apakah IP AP utama juga 192.168.0.254, yang sama untuk repeater, kita harus mengubah IP repeater untuk "192.168.0.250".
Kemudian klik save.
2.
Klik Wireless>pengaturan nirkabel. Kemudian
cari AP yang terjangkau area jaringan wireless dengan klik tombol Survey.
3.
Tampil
daftar SSID (nama jaringan nirkabel) dari AP utama SSID kemudian klik Connect.
4.
Halaman
akan kembali Wireless Settings - > Repeater, dan SSID dan MAC
AP akan diisi dengan informasi dari AP utama.
Kemudian untuk Opsi keamanan dan Password,
masukkan info yang sama sebagai AP utama. Silakan konfirmasi opsi keamanan dan
Password dari AP utama.Di sini kita mengambil WPA-PSK sebagai contoh.
Pilih WPA-PSK/WPA2-PSK, dan masukan password "12345678"
di lapangan Password. Kemudian klik Simpan.
5.
Muncul
konfirmasi "perubahan konfigurasi nirkabel tidak akanberubah sampai AP
reboot, silakan klik di sini untuk reboot." KlikOK pada jendela konfirmasi tersebutselanjutnyaklikreboot
unttuk merestart AP. Jika komputer masih terhubung ke Repeater dengan
kabel, lakukan tes koneksi dengan menggunakan perintah ‘ping’ pada komputer.
Klik Start - >Run, ketik cmd. Kemudian OK.
6.
Tahap
terakhir adalah mengubah alamat IP dari PC client agar mendapatkan konfigurasi
IP address secara otomati dari AP dengan mengubah seting IP ke Obtain an IP
address automatically seperti
gambar berikut :
Setelah mendapatkan alamat IP, PC client
telah terhubung ke jaringan nirkabel dan dapat saling berkomunikasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
